Mahabbah

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ►  2013 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ▼  2012 (32)
    • ►  Desember (11)
    • ▼  Agustus (21)
      • vidio karena ku cinta kau :D
      • Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah
      • graduated :')
      • FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
      • Tebak yahhh :)
      • berjihad di jalan ALLAH :')
      • teks bergerak
      • games texas holdem poker
      • Analytical Exposition
      • ARTIKEL
      • Qisah Alqomah
      • untuk mu ibu.....
      • siksa kubur karena buang air kecil
      • Renungan…
      • Salam perpisahan
      • LOVE IN 81 DAYS
      • Kisah sebuah cinta
      • the competation
      • LELAKI IDAMAN
      • What……… ?! Play Boy !!!
      • Val-Day in Sweet Seventeen

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

My Blog List

Total Tayangan Halaman

Robiatul Adawiyah

Robiatul Adawiyah

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Featured Posts

Followers

Rabu, 08 Agustus 2012

Qisah Alqomah

Qisah Alqomah

Alqomah adalah seorang yang saleh dan taat beribadah. Namun sayangnya, ia sering menyakiti ibunya. Suatu hari, Alqomah sakit keras dan mengalami kesusahan menjelang kematiannya. Dan sampai saat itu, ibunya belum mau memaafkan kesalahan Alqomah.
Karena ibunya tak juga mau memaafkannya, Rosulullah pun segera menyuruh para sahabatnya untuk membakar Alqomah. “Dari pada ia hidup, tapi terus tersiksa seperti ini, lebih baik kita bakar agar terbebas dari rasa sakit lebih lama lagi”, seru Rosulullah.
Mendengar perkataan Rosulullah, ibunda Alqomah terkejut. Hatinya luluh membayangkan apa jadinya, jika anaknya dibakar hidup-hidup.
“Wahai Rosulullah, jangan engkau bakar anakku. Kasihanilah dia. Aku telah memaafkan apa yang telah diperbuatnya terhadapku,” ratapnya memelas.
Mendengar hal itu, legalah hati Rosulullah. Beliau lalu mendatangi Alqomah dan menuntunnya membaca kalimat syahadat dan zikir.
Alqomah kemudian menghembuskan nafas terakhirnya setelah berhasil mengucapkan kalimat syahadat. Ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Jiwanya telah menjadi tenang, karena dosanya telah dimaafkan oleh ibu kandungnya.
Diposting oleh Unknown di 21.00
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

1 komentar:

Unknown mengatakan...

cerita ini menyentuh bagi remaja yang durhaka pada ibunya :D

8 Agustus 2012 pukul 22.46

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 Mahabbah; Theme design : Ray Creations