Senin, 17 Desember 2012
Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu
+ Pernah belajar tentang pengorbanan?
Pengorbanan demi sebuah kata beratas namakan "CINTA" . Dibawah ini
ada sebuah tulisan bertemakan pengorbanan.
Jujur, ini tulisan yang benar-benar
mengharukan. Penasaran? Bisa di baca sendiri :)
nb:sediakan tissue sebelum membaca ini.
+++
Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu
Di sebuah kota kecil yang indah, hiduplah sepasang kekasih yang
saling mencintai. Setiap pagi, mereka selalu bersama memandang matahari terbit
di puncak gunung. Bila matahari tenggelam, mereka menghabiskan waktu berdua di
pesisir pantai. Sungguh pasangan yang sangat romantis. Setiap orang yang
melihat mereka selalu berdecak kagum. Pasangan itu benar-benar saling mengasihi
satu sama lain.
Namun, pada suatu hari, sang lelaki mengalami kecelakaan saat berjalan menuruni
bukit. Ia terjatuh dan kepalanya terbentur pohon besar. Ia pun dilarikan ke
rumah sakit. Di sana ia mengalami perawatan serius. Ia kehilangan kesadarannya
selama berhari-hari.
Setiap pagi, sang perempuan, kekasihnya, menunggui sang lelaki dengan setia.
Tiada henti, perempuan itu terusmemanggil-manggil nama kekasihnya dengan lirih.
Perempuan itu juga selalu menangis sambil memegang tangan kekasihnya dan
berkata “Kumohon, bangunlah demi aku...”
Pada malam hari, perempuan itu pun selalu pergi ke gereja dan memanjatkan doa
kesembuhan bagi kekasihnya. Tapi, kekasihnya tak kunjung sadar juga.
Seminggu pun berlalu, sang lelaku tetap pingsan tak sadarkan diri. Sedangkan si
wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan kurus. Tapi, atas kebesaran Tuhan,
pada suatu hari datang seorang laki-laki berpakaian putih dan bersayap
mendatanginya. Betapa terkejutnya sang perempuan. “Siapa kamu?” tanyanya.
“Aku adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk menemuimu.”
Antara percaya atau tidak, tapi perempuan itu
tetap bersikap tenang.
“Apa kau sangat mencintai laki-laki itu?” tanya malaikat.
“Ya, aku sangat mencintainya.”
“Apa kau ingin dia sadar kembali?”
Perempuan itu mengangguk sambil menitikkan
air mata.
“Apa kamu rela berkorban untuk kesembuhannya?” tanya malaikat serius.
“Apapun akan kulakukan, asalkan dia sembuh. Bahkan, jika nyawaku dibutuhkan,
aku akan merelakan untuknya...”
Malaikat lantas berkata, “Baiklah. Aku bisa
segera membuat kekasihmu sembuh kembali namun kamu harus bersedia menjadi
kupu-kupu selama tiga tahun. Dan setiap berakhir musim panas, kamu harus pergi
jauh darinya. Kau bisa datang jika tiba musim semi berikutnya lagi. Bagaimana,
apakah kamu bersedia?”
Perempuan itu diam sejenak, lantas
mengangguk. “Ya, aku bersedia...”
Maka seketika itu, jadilah perempuan itu seekor kupu-kupu kecil yang sangat
cantik. Laki-laki kekasihnya pun tiba-tiba siuman. melihat kekasihnya bangun,
kupu-kupu jelmaan perempuan tadi mengucapkan terima kasih pada malaikat yang
akhirnya pergi menghilang.
Namun, sekalipun laki-laku itu sadar, ia masih harus dirawat beberapa
hari. seperti biasa, laki-laki itu dirawat oleh seorang dokter yang cantik.
Baru seminggu kemudian, laki-laki itu dinyatakan sehat dan diperbolehkan
pulang.
Hanya saja, sepertinya lelaki tidak bahagia. Sebab, ia
mencari-cari kekasihnya, namun tak juga dapat ditemukannya. Ia bertanya pada
kerabat kekasihnya, tetangganya, teman dekat, juga orang-orang yang tinggal di
gunung dan pesisir, namun tak satu pun dari mereka yang bisa memberitahukan
keberadaan kekasihnya itu.
Sepanjang hari, sang lelaki terus mencari tanpa makan dan
istirahat. Ia begitu rindu kepada perempuannya. ia tidak tahu bahwa sebenarnya
kekasihnya selalu ada di dekatnya, berputar-putar disekitarnya, dan
memanggil-manggil namanya,
Sebaliknya, sang kupu-kupu selalu menangis. Walaupun ia selalu
mendekati kekasihnya, tapi keberadaannya seolah tak ada. Kekasihnya tak pernah
peduli kepadanya.
Musim panas pun berakhir dan berganti musim gugur. Kupu-kupu
harus meninggalkan tempat tersebut. Sebelum pergi, kupu-kupu itu hinggap di
bahu kekasihnya. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil dan halus untuk
membelai wajahnya. Ia juga ingin menggunakan mulutnya yang kecil dan lembut
mencium keningnya. Tapi, ia tidak berdaya sebab kekasihnya itu merasa risih
dengan keberadaan kupu-kupu di bahunya. Ia mengusir kupu-kupu itu dengan tangan
kanannya. Maka, terbanglah kupu-kupu itu dengan berlinang air mata.
Sampai datanglah lagi musim semi tahun berikutnya. Sang kupu-kupu
sudah tidak sabar lagi ingin melihat kekasihnya. Ia datang lagi ke tempat
tinggal kekasihnnya dengan rindu menggebu-gebu. Namun, kupu-kupu itu melihat
kekasihnya sedang bersanding dengan perempuan cantik yang tidak asing lagi
baginya. Yakni dokter yang selama ini merawat kekasihnya. Ia benar-benar tak
percaya dengan pemandangan yang dilihatnya. Ia pun mencari tahu bagaimana
kekasihnya bisa bersanding mesra dengan dokter itu. Ia pun mendengar kabar dari
pembicaraan seseorang yang tak jauh tinggal disana bahwah kekasihnya sudah
sepantasnya mencintai dokter yang sudah dengan setia dan susah payah merawatnya
saat sakit.
Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya, ia sering
kali melihat kekasihnya sendiri membawa dokter itu ke gunung untuk memandang
matahari terbit dan mengajaknya untuk melihat matahari tenggelam di pesisir
pantai. Kini, segala yang pernah dimiliki kupu-kupu malang dulu telah
digantikan oleh dokter itu.
Pada musim semi berikutnya, kupu-kupu kembali datang. Ia melihat
hubungan percintaan antara kekasihnya dengan dokter itu kian mesra. Kupu-kupu
bahkan melihat mereka berciuman, berpelukan, dan berdua bersenang-senang di
keramaian. Semua orang memuji hubungan mereka. Semua orang mendukung dan
menyarankan mereka agar bisa segera menikah.
Pada musim semi ketiga, kupu-kupu yang sudah kehilangan semangat hidup,
masih bertekad menemui kekasihnya. Ia masih sangat rindu pada kekasihnya,
sekalipun kini, kekasihnya sudah memiliki baru. Tapi, saat kupu-kupu bertemu
dengan kekasihnya, betapa terpukulnya kupu-kupu itu. Kekasihnya didapati sudah
menikah dengan dokter itu. Mereka tinggal bersama, dan ternyata, di perut
dokter sudah bersemayam janin berusia satu bulan.
Kupu-kupu itu pun menangis. Ia memutuskan pulang lebih cepat tanpa
menunggu berakhirnya musim panas. Dan di tengah perjalanan, kupu-kupu itu
bertemu dengan malaikat yang dulu mengubahnya menjadi kupu-kupu.
"Sudah tiga tahun kau menjadi kupu-kupu. Kau berhasil melalui ujian.
Sekarang, aku akan mengubahmu menjadi manusia lagi."
Kupu-kupu yang tengah menangis, menggeleng, "Tidak, kau tidak usah
repot-repot mengubahku. Tak ada gunanya aku menjadi manusia lagi. Kekasihku
sudah menemukan kebahagiaannya dengan perempuan lain. Kehadiranku hanya akan
merusak kebahagiaannya..."
Malaikat itu melihat kupu-kupu dengan iba.
"Apa kau rela selalu menjadi kupu-kupu?"
Kupu-kupu mengangguk. "Aku selalu rela
melakukan apapun untuk kebahagiaan kekasihku..."
"Kau tidak menyesal?"
"Tidak," jawab kupu-kupu itu.
Malaikat itu hanya tersenyum, lalu mengelus
sayap kupu-kupu dengan lembut lalu hilang. Kupu-kupu pun pergi dari tempat itu
untuk menjalani hidupnya sebagai kupu-kupu.
***
Cinta mampu membuat yang lemah menjadi kuat,
yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kupu-kupu itu merelakan dirinya terus
menjadi kupu-kupu karena ia menghargai cintanya. Dengan membiarkan kekasihnya
bahagia, maka sudah bahagia pula dirinya. Sungguh pengorbanan yang indah! :'D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar