Mahabbah

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ►  2013 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ▼  2012 (32)
    • ▼  Desember (11)
      • Alone With MyFeel
      • Chika, sahabatku yang Maya
      • Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku
      • Mencintai selembar foto
      • WAHAI SUAMI YANG BERIMAN
      • anak kecil berdakwah dalam Islam
      • Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu
      • DOA JAHATKU
      • DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...
      • SUBHANALLAH...Inilah Skenario Akhir Zaman
      • Aku Tidak Takut Neraka
    • ►  Agustus (21)

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

My Blog List

Total Tayangan Halaman

Robiatul Adawiyah

Robiatul Adawiyah

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Featured Posts

Followers

Kamis, 20 Desember 2012

Alone With MyFeel




“Senyumannya itu loh yang bikin aku  kepikiran terus sama dia..” gumam Permata sambil terus memperhatikan seuntai senyum yang dimiliki  Marvin, seorang cowok yang sedari dulu ia sukai. Ya, inilah yang biasa dilakukan Permata, seorang gadis pendiam. Mungkin karena memang sifatnya yang pendiam, ia lebih suka memandangi Marvin dari kejauhan, mulutnya tak berhenti mengagumi sosok Marvin.

“Gak bosen ngeliatin dia terus?” celetuk Renata, teman dekat Permata.
“Aku hanya mampu memandanginya, karena aku yakin aku tak akan mampu menggapainya..”  jawab Permata sambil terus memperhatikan Marvin.
“Ya ampun, Permata. Kamu sadar gak sih? Udah dua tahun loh kamu kayak gini..”
“Aku sadar banget, Ren. Mungkin suatu saat nanti dia akan ngeliat kalau ada aku disini yang udah sejak lama mengagumi sosoknya..”
“Kamu gak capek?”
“Kalau capek kenapa aku masih bertahan dengan perasaan ini?”
“Kamu hebat banget, Ta. 2 tahun kamu bertahan tetap suka sama Marvin tanpa pernah Marvin tau..”

Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.38 1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Chika, sahabatku yang Maya



"Chika dimanaa sih..." gumamku sambil mencari-cari di setiap sudut rumah-rumahan kecil ini.

Rumah-rumahan kecil buatan Kakakku ini, adalah tempat bermainku. Lokasinya memang agak jauh dari rumahku. Kakak membangun rumah-rumahan ini karena di kebun milik nenek masih sangat kosong dan lapang. Jadi di buatlah rumah-rumahan ini. Terbuat dari kayu , tidak terlalu besar memang. Tapi disinilah tempatku bermain. Didalamnya terdapat televisi kecil, radio, kulkas kecil , meja dan kursi. Aku tidak takut barang-barangku ini diambil orang, karena disini aman sekali. Hanya terdapat hewan-hewan kecil, seperti kucing dan kelinci. Di kebun nenek ditanami banyak tumbuhan obat dan sayur mayur. Aku paling suka berteduh di bawah pohon mangga yang amat rindang.
Oh iya sampai lupa, kenalkan namaku Nadia Khusnul Khotimah . Aku biasa dipanggil Nadia. Umurku masih 15 tahun, sekarang aku duduk di bangku SMA kelas 1. Aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Aku anak perempuan satu-satunya. Aku mempunyai sifat yang berbeda dari anak-anak remaja biasanya. Aku lebih senang menyendiri dan kurang menyukai keramainan, maka dari itulah mama menyuruh Kak Fandi membuatkan ku rumah-rumahan ini. Hihi nyaman loh disini, apalagi aku disini mempunyai sahabat yang amat sangat baik. Dia beda dari gadis-gadis pada umumnya. Mau tau? Yuk baca :)


Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.32 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku



“Maaf, aku puasa..” jawabku pada Steve yang menawariku makan.

Steve hanya diam dan meminta maaf. Maklum lah dia beragama nasrani, ia tak mengerti dan tak mengetahui bahwa hari Senin ini aku tengah melaksanakan puasa Senin-Kamis. Steve ini anak baru di sekolahku. Kurang lebih sudah hampir 3 minggu ia bersekolah di sekolahku. Dia satu-satunya murid laki-laki beragama nasrani dikelasku. Jangan kaget, ini sungguhan. Aku bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Kartika Kusuma, terletak di Jakarta bagian Timur. Saat ini aku duduk di kelas 11 SMK, aku mengambil jurusan perhotelan. Aku memperdalam ilmu menjadi seorang chef. Begitupun teman-teman sekelasku. Kami semua saling membantu dalam segala hal, yang pandai harus membantu yang kurang pandai dan yang lebih pandai harus membantu yang pandai. Persahabatanku dengan semua teman-teman kelasku sudah seperti kuntilanak dan kostum putih panjang yang selalu menemani setiap penampilannya, hihi. Ibaratnya seperti itu, jadi kita semua benar-benar saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.29 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Mencintai selembar foto



Mencintai selembar foto. Mengaguminya yang tak nyata. Aku tak tau dimana gadis itu. Aku tak tau dimana gadis yang dulu pernah menemani hatiku. Aku tak tau dimana gadis yang dulu selalu berkuasa dipikiranku.

“Kamu tau gak kalau aku kangen kamu?” gumamku menatap selembar foto yang hampir  usang.

Tentu saja usang. Sudah sejak lama foto ini abadi diselipan buku besar milikku. Aku sengaja menaruhnya disitu, agar tak ada siapapun yang melihatnya.  Aku tak ingin ada lelaki lain yang akan menaruh hati kepada sosok diselembar foto ini. Biarkan aku dan hanya aku yang mencintainya, sampai detik ini.
                
                “Kamu sayang aku, kan?”
                “Kamu masih inget aku, kan?”
                “Kenapa kamu pergi secepat kilat?”

Ucapku sendiri dipojok taman. Sekelilingku nampak ramai, semuanya tertawa. Tapi kenapa mereka semua tak mampu menarik perhatianku dari sosok yang ada difoto ini.
               
Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.26 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Rabu, 19 Desember 2012

WAHAI SUAMI YANG BERIMAN



WAHAI SUAMI YANG BERIMAN

Untukmu Insan Yang bergelar suami ....
Pahamilah , sesungguhnya diantara penyebab-penyeb ab kesedihan adalah ketidak akuran antara suami dan istri, sementara syetan begitu giatnya mengobarkan api kemarahan diantara kedua belah pihak ...

Wahai suami yang beriman cobalah simak kisah para hamba Allah dalam menyikapi istri2 nya

Imam At-Tirmidzi semasa mudanya dia pernah disuruh ibunya supaya menceraikan istrinya , karena ia sering menggerutu dan banyak mengeluh , akan tetapi apa jawab beliau

“Ibu , tidak baik bagiku jika aku belum mulai memperbaikinya ...”

Imam Ahmad bin Hanbal juga bertutur setelah istrinya meninggal

“Saya telah menemaninya selama empat puluh tahun, selama itu tidak pernah aku berselisih dengannya barang sepatah katapun , karena itu diamlah engkau jika istrimu marah , karena dia hanyalah manusia biasa “

Read More»
Diposting oleh Unknown di 02.40 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

anak kecil berdakwah dalam Islam


Bismillahi minal Awwali wal Akhiri ..

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak buruk pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 02.27 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Senin, 17 Desember 2012

Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu


+ Pernah belajar tentang pengorbanan? Pengorbanan demi sebuah kata beratas namakan "CINTA" . Dibawah ini ada sebuah tulisan bertemakan pengorbanan. 
Jujur, ini tulisan yang benar-benar mengharukan. Penasaran? Bisa di baca sendiri :) 
nb:sediakan tissue sebelum membaca ini. 
+++
Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu

                Di sebuah kota kecil yang indah, hiduplah sepasang kekasih yang saling mencintai. Setiap pagi, mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung. Bila matahari tenggelam, mereka menghabiskan waktu berdua di pesisir pantai. Sungguh pasangan yang sangat romantis. Setiap orang yang melihat mereka selalu berdecak kagum. Pasangan itu benar-benar saling mengasihi satu sama lain.
                Namun, pada suatu hari, sang lelaki mengalami kecelakaan saat berjalan menuruni bukit. Ia terjatuh dan kepalanya terbentur pohon besar. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Di sana ia mengalami perawatan serius. Ia kehilangan kesadarannya selama berhari-hari.
                Setiap pagi, sang perempuan, kekasihnya, menunggui sang lelaki dengan setia. Tiada henti, perempuan itu terusmemanggil-manggil nama kekasihnya dengan lirih. Perempuan itu juga selalu menangis sambil memegang tangan kekasihnya dan berkata “Kumohon, bangunlah demi aku...”

Read More»
Diposting oleh Unknown di 21.51 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

DOA JAHATKU


Setiap cinta punya cerita.

Mungkin kata itu tepat untuk menggambarkan perasaanku sekarang. Kisah cintaku ini tak terlalu menyenangkan. Aku kehilangannya, cinta pertamaku, dan sekarang aku harus ikut bahagia dalam bingkai cintanya bersama yang baru. Ah, dosa apa aku..

Aku memang belum merelakanmu, masalahkah? Jujur, aku tak pernah melepasmu sepenuh hati ini. Tapi, aku bisa apa jika kamu sudah ingin melepasku?

Kisah ini belum usai, rindu ini belum habis. 

Ini kisahku, seorang gadis yang tak terlalu dihujai keberuntungan. Kenalkan kawan, namaku Cersy, mereka biasa memanggilku Esy. Aku hanyalah gadis biasa berusia hampir 20 tahun. Tapi postur tubuhku tak terlalu tinggi, jadi banyak yang mengira aku masih berusia belasan tahun, begitu juga wajahku yang sebenarnya masih terlalu muda untuk menginjak di usia ini.

Di usiaku yang hampir 20 tahun ini sebenarnya adalah saat-saat dimana aku harus mencari seseorang yang akan menjadi imamku kelak dan kali ini aku tak mencari seorang pacar, melainkan seorang pedamping hidup yang akan membawaku meniti biduk rumah tangga. Tapi apa daya, seseorang yang ku dambakan tak pernah ku peluk.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 21.41 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

Ku persembahkan untuk (calon) Pendampingku yang hanif..
Duhai Kanda...
Kupersembahkan sebuah ayat dalam Al-Qur'an yang selalu kubaca disetiap kad undangan yang selalu melayangkan pikiranku akhir-akhir ini. Hingga detik ini,aku senantiasa bertanya bila namaku tercantum pada sebuah kad undangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kad undanga
n
tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yangsangat berat) itu?

"Dan diantara tanda-tanda(kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu darijenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagikaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum : 21)

Tiada kata yangdapat kuucapkan atas kurniaan Allah Ta'ala hingga pada waktu yang tepat nanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta'ala yang telah ditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur alhamdulillahuntuk-Nya. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung. Sesungguhnya,sudah aku jalani "proses" dengan laki-laki lain, tapi ternyata Allah takdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.

Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalamhidupku merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerahlain yang Allah Ta'ala berikan kepadaku. Diberi-Nya aku kesempatanuntuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untukkau jemput kelak sebagai bidadarimu.

Subhanallaah! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..

Duhai Kanda..

Apakah yang saat ini sedang engkau lakukan? Semogalah engkau adalah seorang ikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmu sebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detik sebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siapmenuju kampung kekekalan.

Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat )

Kanda...
Pada saatnya nanti, jika Allah Ta'ala sudah berkehendak untuk mempersatukan hati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuh kerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayu setan akan materi. Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta'ala yang berfirman :

"Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan" (QS. An-Nisaa : 4)

Niat suci kita untuk menuju pernikahan yang barakah meluluh lantahkan hatikuuntuk menerima mahar darimu apa adanya, bahkan aku akan mempermudah engkau dalam masalah ini, hingga aku yakin bahwa insyaAllah aku bisamenjadi orang yang tersebut dalam sabda Rasulullaah Shallallaahu'alaihiwa Sallam :

"Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya"

Danakhirnya kita berdua makin yakin, bahwa pernikahan kita akan sesuaisyari'at, sebagaimana Uqbah bin Amir radhiyallaahu'anhu berkata,Rosulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam bersabda :

"Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah"

Duhai Kanda...
Kemudian,HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Alloh Ta'ala. Seketika,penantian kita yang lama itu, akan membebaskan syahwat2 yang selama ini kita pendam, bersamaan dengan meleburnya dosa-dosa kita lewat genggaman jari jemari kita.

kita akan semakin mengenal satu sama lain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing Pujian demi pujianyang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah. Karenanya ya kanda..Kelak, malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi dengan membangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atautanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamu dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memporak-porandakan taman hatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaanku pada Allah Ta'ala. Subhanallaah!

Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..

Duhai Kanda..
Kuharap engkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi emosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkau meluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu,engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba' (mengikuti)Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam.

Dan saat engkau marah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untuk berlindung kepada Allah Ta'ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat.Apabila kita sedang berdiri, maka kita duduk, apabila kita sedangduduk, maka kita berbaring, atau salah satu dari kita akan mencium,merangkul dan menyatakan alasan kita. Apabila salah satu diantara kita berbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala semata. (Fiqhut Ta'amul bainaz Zaujani)

Lantas kita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Saling bermuhasabah, menyedari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada Allah Ta'ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalam KETAATAN KEPADA-NYA, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangga kita.

"Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu..."

Duhai Kanda...
Engkau memberiku makan apabila engkau makan, Engkau memberiku pakaian apabila engkau berpakaian, Engkau tidak akan memukul wajahku, Engkau tidak akan menjelek-jelekkan diriku, dan Engkau tidak akan meninggalkanku melainkan didalam rumah (yakni tidak berpisah tempat tidur melainkan didalam rumah)

Dengan keimanan dan ketaqwaanmu, engkau tidak pernah berputus asa dalam mencari rizki. Berikhtiar dan bertawakkal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Ta'ala,sebagaimana perintah Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam :

Kanda...,
Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena aku tahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dari api Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah 'Azzawa Jalla

Sungguh, betapa engkau telah membawaku teringatdan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman AllahTa'ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi dan berharap BUNGA DITAMAN HATIMU sebagaimana Khadijah Radhiyallaahu'anha menemani RasulullaahShallallahu'alaihi wa Sallam sepanjang hidupnya dapat aku amalkanperlahan-lahan dengan bimbinganmu.

Kelak akan engkau ajarkan pula aku untuk senantiasa berbakti kepada Orang Tua kita untuk menggapai redha Allah Ta'ala. Birrul walidain (berbakti kepada orangtua)

Kanda...,
Betapa akuakan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepadaAllah Ta'ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi waSallam. Hingga andai kata Allah Ta'ala tidak melarangku untuk bersujud kepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohon Surga... Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalam melaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepala keluarga engkau akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentang pertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak dan rumah tangga sebagai beban di pundakmu.

Sungguh begituindah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak... maka bagaimana akutidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,

Duhai Kanda.... Karenanya... "DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

"Semoga Allah Ta'ala segera mempertemukan kita dan senantiasamempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) kelak.

Aamiin ya Allah
Diposting oleh Unknown di 21.04 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

SUBHANALLAH...Inilah Skenario Akhir Zaman


 SUBHANALLAH...Inilah Skenario Akhir Zaman
_Pertanyaan dan Jawabannya_

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah masih hidup. Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan 'adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu eAnhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator). Kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

Saat ini kita hidup di masa yang mana?

Sekarang masa penguasa diktator, dan sedang hot-hot-nya. Ummat Islam sedang kalah. Tetapi itu memang sudah sunatullah, bahwa ada kalanya menang, ada kalanya kalah. Kita pun harus optimis, akan tiba waktunya ummat Islam memperoleh kemenangan.

Kelak penguasa diktator itu bisa dikalahkan kaum Muslimin?

Begitulah menurut hadits. Kita akan berperang melawan Yahudi, dan Yahudi akan hancur. Yahudi akan diburu sampai manapun, sampai-sampai pohon dan batu pun bicara, "Hai kaum Muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi!" Kecuali pohon gharqad (semacam kaktus) yang merupakan pohon Yahudi. Jangan heran, sekarang pohon gharqad itu banyak ditanam oleh orang-orang Israel, untuk berlindung dari serangan kaum Muslimin.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 21.01 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Aku Tidak Takut Neraka

Aku Tidak Takut Neraka

ASSALAMU'ALAIKUM

* Kisah obrolan antara orang gila yang alim dan Abid (ahli ibadah) yang shalih.

Di suatu negeri, hiduplah seorang abid yang selalu bermunajat kepada Allah Ta’ala di setiap hari-harinya. Apabila dia ingat atas dosa-dosanya yang telah lalu, tak jarang dia menangis tersedu-sedu sehingga air matanya membasahi hampir sebagian baju yang dikenakannya. Maklum saj
a, abid tersebut dulunya adalah seorang yang pernah hidup di lembah hitam yang sudah barang tentu, beraneka macam bentuk kemaksiatan sudah pernah dicicipinya.

Suatu hari, ketika abid tersebut sedang asyik dalam munajatnya dan menangis tersedu-sedu sehingga air matanya membasahi kedua pahanya, lewatlah orang gila melintasi tempat di dekat ahli ibadah tersebut bermunajat.
Dalam munajatnya, abid tersebut berkata:

“Wahai Tuhanku…janganlah masukkan aku ke neraka”.

“Belas kasihanilah aku…bersikap lembutlah kepadaku wahai Tuhanku”.

“Wahai Dzat yang Maha Rahman dan Rahim…jangan siksa aku dengan neraka-Mu”.

“Aku ini sangat lemah wahai Tuhanku…aku pasti tidak akan kuat bertempat di neraka-Mu…oleh karena itu, kasihanilah aku wahai Tuhanku”.

“Wahai Tuhanku…Kulitku ini sangat lembut, pasti tidak akan kuat menahan api neraka-Mu. Oleh karena itu wahai Tuhanku…Kasihanilah aku”.

“Wahai Tuhanku…tulangku sangat rapuh, tidak akan kuat menahan siksaan neraka-Mu, oleh karena itu wahai Tuhanku…Kasihanilah aku”.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 20.54 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)
@ 2011 Mahabbah; Theme design : Ray Creations