Mahabbah

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ►  2013 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ▼  2012 (32)
    • ▼  Desember (11)
      • Alone With MyFeel
      • Chika, sahabatku yang Maya
      • Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku
      • Mencintai selembar foto
      • WAHAI SUAMI YANG BERIMAN
      • anak kecil berdakwah dalam Islam
      • Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu
      • DOA JAHATKU
      • DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...
      • SUBHANALLAH...Inilah Skenario Akhir Zaman
      • Aku Tidak Takut Neraka
    • ►  Agustus (21)
      • vidio karena ku cinta kau :D
      • Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah
      • graduated :')
      • FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
      • Tebak yahhh :)
      • berjihad di jalan ALLAH :')
      • teks bergerak
      • games texas holdem poker
      • Analytical Exposition
      • ARTIKEL
      • Qisah Alqomah
      • untuk mu ibu.....
      • siksa kubur karena buang air kecil
      • Renungan…
      • Salam perpisahan

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

My Blog List

Total Tayangan Halaman

Robiatul Adawiyah

Robiatul Adawiyah

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Featured Posts

Followers

Kamis, 20 Desember 2012

Alone With MyFeel




“Senyumannya itu loh yang bikin aku  kepikiran terus sama dia..” gumam Permata sambil terus memperhatikan seuntai senyum yang dimiliki  Marvin, seorang cowok yang sedari dulu ia sukai. Ya, inilah yang biasa dilakukan Permata, seorang gadis pendiam. Mungkin karena memang sifatnya yang pendiam, ia lebih suka memandangi Marvin dari kejauhan, mulutnya tak berhenti mengagumi sosok Marvin.

“Gak bosen ngeliatin dia terus?” celetuk Renata, teman dekat Permata.
“Aku hanya mampu memandanginya, karena aku yakin aku tak akan mampu menggapainya..”  jawab Permata sambil terus memperhatikan Marvin.
“Ya ampun, Permata. Kamu sadar gak sih? Udah dua tahun loh kamu kayak gini..”
“Aku sadar banget, Ren. Mungkin suatu saat nanti dia akan ngeliat kalau ada aku disini yang udah sejak lama mengagumi sosoknya..”
“Kamu gak capek?”
“Kalau capek kenapa aku masih bertahan dengan perasaan ini?”
“Kamu hebat banget, Ta. 2 tahun kamu bertahan tetap suka sama Marvin tanpa pernah Marvin tau..”

Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.38 1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Chika, sahabatku yang Maya



"Chika dimanaa sih..." gumamku sambil mencari-cari di setiap sudut rumah-rumahan kecil ini.

Rumah-rumahan kecil buatan Kakakku ini, adalah tempat bermainku. Lokasinya memang agak jauh dari rumahku. Kakak membangun rumah-rumahan ini karena di kebun milik nenek masih sangat kosong dan lapang. Jadi di buatlah rumah-rumahan ini. Terbuat dari kayu , tidak terlalu besar memang. Tapi disinilah tempatku bermain. Didalamnya terdapat televisi kecil, radio, kulkas kecil , meja dan kursi. Aku tidak takut barang-barangku ini diambil orang, karena disini aman sekali. Hanya terdapat hewan-hewan kecil, seperti kucing dan kelinci. Di kebun nenek ditanami banyak tumbuhan obat dan sayur mayur. Aku paling suka berteduh di bawah pohon mangga yang amat rindang.
Oh iya sampai lupa, kenalkan namaku Nadia Khusnul Khotimah . Aku biasa dipanggil Nadia. Umurku masih 15 tahun, sekarang aku duduk di bangku SMA kelas 1. Aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Aku anak perempuan satu-satunya. Aku mempunyai sifat yang berbeda dari anak-anak remaja biasanya. Aku lebih senang menyendiri dan kurang menyukai keramainan, maka dari itulah mama menyuruh Kak Fandi membuatkan ku rumah-rumahan ini. Hihi nyaman loh disini, apalagi aku disini mempunyai sahabat yang amat sangat baik. Dia beda dari gadis-gadis pada umumnya. Mau tau? Yuk baca :)


Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.32 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku



“Maaf, aku puasa..” jawabku pada Steve yang menawariku makan.

Steve hanya diam dan meminta maaf. Maklum lah dia beragama nasrani, ia tak mengerti dan tak mengetahui bahwa hari Senin ini aku tengah melaksanakan puasa Senin-Kamis. Steve ini anak baru di sekolahku. Kurang lebih sudah hampir 3 minggu ia bersekolah di sekolahku. Dia satu-satunya murid laki-laki beragama nasrani dikelasku. Jangan kaget, ini sungguhan. Aku bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Kartika Kusuma, terletak di Jakarta bagian Timur. Saat ini aku duduk di kelas 11 SMK, aku mengambil jurusan perhotelan. Aku memperdalam ilmu menjadi seorang chef. Begitupun teman-teman sekelasku. Kami semua saling membantu dalam segala hal, yang pandai harus membantu yang kurang pandai dan yang lebih pandai harus membantu yang pandai. Persahabatanku dengan semua teman-teman kelasku sudah seperti kuntilanak dan kostum putih panjang yang selalu menemani setiap penampilannya, hihi. Ibaratnya seperti itu, jadi kita semua benar-benar saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.29 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Mencintai selembar foto



Mencintai selembar foto. Mengaguminya yang tak nyata. Aku tak tau dimana gadis itu. Aku tak tau dimana gadis yang dulu pernah menemani hatiku. Aku tak tau dimana gadis yang dulu selalu berkuasa dipikiranku.

“Kamu tau gak kalau aku kangen kamu?” gumamku menatap selembar foto yang hampir  usang.

Tentu saja usang. Sudah sejak lama foto ini abadi diselipan buku besar milikku. Aku sengaja menaruhnya disitu, agar tak ada siapapun yang melihatnya.  Aku tak ingin ada lelaki lain yang akan menaruh hati kepada sosok diselembar foto ini. Biarkan aku dan hanya aku yang mencintainya, sampai detik ini.
                
                “Kamu sayang aku, kan?”
                “Kamu masih inget aku, kan?”
                “Kenapa kamu pergi secepat kilat?”

Ucapku sendiri dipojok taman. Sekelilingku nampak ramai, semuanya tertawa. Tapi kenapa mereka semua tak mampu menarik perhatianku dari sosok yang ada difoto ini.
               
Read More»
Diposting oleh Unknown di 08.26 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Rabu, 19 Desember 2012

WAHAI SUAMI YANG BERIMAN



WAHAI SUAMI YANG BERIMAN

Untukmu Insan Yang bergelar suami ....
Pahamilah , sesungguhnya diantara penyebab-penyeb ab kesedihan adalah ketidak akuran antara suami dan istri, sementara syetan begitu giatnya mengobarkan api kemarahan diantara kedua belah pihak ...

Wahai suami yang beriman cobalah simak kisah para hamba Allah dalam menyikapi istri2 nya

Imam At-Tirmidzi semasa mudanya dia pernah disuruh ibunya supaya menceraikan istrinya , karena ia sering menggerutu dan banyak mengeluh , akan tetapi apa jawab beliau

“Ibu , tidak baik bagiku jika aku belum mulai memperbaikinya ...”

Imam Ahmad bin Hanbal juga bertutur setelah istrinya meninggal

“Saya telah menemaninya selama empat puluh tahun, selama itu tidak pernah aku berselisih dengannya barang sepatah katapun , karena itu diamlah engkau jika istrimu marah , karena dia hanyalah manusia biasa “

Read More»
Diposting oleh Unknown di 02.40 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

anak kecil berdakwah dalam Islam


Bismillahi minal Awwali wal Akhiri ..

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak buruk pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 02.27 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Senin, 17 Desember 2012

Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu


+ Pernah belajar tentang pengorbanan? Pengorbanan demi sebuah kata beratas namakan "CINTA" . Dibawah ini ada sebuah tulisan bertemakan pengorbanan. 
Jujur, ini tulisan yang benar-benar mengharukan. Penasaran? Bisa di baca sendiri :) 
nb:sediakan tissue sebelum membaca ini. 
+++
Pengorbanan Seekor Kupu-Kupu

                Di sebuah kota kecil yang indah, hiduplah sepasang kekasih yang saling mencintai. Setiap pagi, mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung. Bila matahari tenggelam, mereka menghabiskan waktu berdua di pesisir pantai. Sungguh pasangan yang sangat romantis. Setiap orang yang melihat mereka selalu berdecak kagum. Pasangan itu benar-benar saling mengasihi satu sama lain.
                Namun, pada suatu hari, sang lelaki mengalami kecelakaan saat berjalan menuruni bukit. Ia terjatuh dan kepalanya terbentur pohon besar. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Di sana ia mengalami perawatan serius. Ia kehilangan kesadarannya selama berhari-hari.
                Setiap pagi, sang perempuan, kekasihnya, menunggui sang lelaki dengan setia. Tiada henti, perempuan itu terusmemanggil-manggil nama kekasihnya dengan lirih. Perempuan itu juga selalu menangis sambil memegang tangan kekasihnya dan berkata “Kumohon, bangunlah demi aku...”

Read More»
Diposting oleh Unknown di 21.51 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

DOA JAHATKU


Setiap cinta punya cerita.

Mungkin kata itu tepat untuk menggambarkan perasaanku sekarang. Kisah cintaku ini tak terlalu menyenangkan. Aku kehilangannya, cinta pertamaku, dan sekarang aku harus ikut bahagia dalam bingkai cintanya bersama yang baru. Ah, dosa apa aku..

Aku memang belum merelakanmu, masalahkah? Jujur, aku tak pernah melepasmu sepenuh hati ini. Tapi, aku bisa apa jika kamu sudah ingin melepasku?

Kisah ini belum usai, rindu ini belum habis. 

Ini kisahku, seorang gadis yang tak terlalu dihujai keberuntungan. Kenalkan kawan, namaku Cersy, mereka biasa memanggilku Esy. Aku hanyalah gadis biasa berusia hampir 20 tahun. Tapi postur tubuhku tak terlalu tinggi, jadi banyak yang mengira aku masih berusia belasan tahun, begitu juga wajahku yang sebenarnya masih terlalu muda untuk menginjak di usia ini.

Di usiaku yang hampir 20 tahun ini sebenarnya adalah saat-saat dimana aku harus mencari seseorang yang akan menjadi imamku kelak dan kali ini aku tak mencari seorang pacar, melainkan seorang pedamping hidup yang akan membawaku meniti biduk rumah tangga. Tapi apa daya, seseorang yang ku dambakan tak pernah ku peluk.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 21.41 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

Ku persembahkan untuk (calon) Pendampingku yang hanif..
Duhai Kanda...
Kupersembahkan sebuah ayat dalam Al-Qur'an yang selalu kubaca disetiap kad undangan yang selalu melayangkan pikiranku akhir-akhir ini. Hingga detik ini,aku senantiasa bertanya bila namaku tercantum pada sebuah kad undangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kad undanga
n
tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yangsangat berat) itu?

"Dan diantara tanda-tanda(kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu darijenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagikaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum : 21)

Tiada kata yangdapat kuucapkan atas kurniaan Allah Ta'ala hingga pada waktu yang tepat nanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta'ala yang telah ditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur alhamdulillahuntuk-Nya. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung. Sesungguhnya,sudah aku jalani "proses" dengan laki-laki lain, tapi ternyata Allah takdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.

Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalamhidupku merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerahlain yang Allah Ta'ala berikan kepadaku. Diberi-Nya aku kesempatanuntuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untukkau jemput kelak sebagai bidadarimu.

Subhanallaah! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..

Duhai Kanda..

Apakah yang saat ini sedang engkau lakukan? Semogalah engkau adalah seorang ikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmu sebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detik sebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siapmenuju kampung kekekalan.

Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat )

Kanda...
Pada saatnya nanti, jika Allah Ta'ala sudah berkehendak untuk mempersatukan hati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuh kerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayu setan akan materi. Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta'ala yang berfirman :

"Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan" (QS. An-Nisaa : 4)

Niat suci kita untuk menuju pernikahan yang barakah meluluh lantahkan hatikuuntuk menerima mahar darimu apa adanya, bahkan aku akan mempermudah engkau dalam masalah ini, hingga aku yakin bahwa insyaAllah aku bisamenjadi orang yang tersebut dalam sabda Rasulullaah Shallallaahu'alaihiwa Sallam :

"Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya"

Danakhirnya kita berdua makin yakin, bahwa pernikahan kita akan sesuaisyari'at, sebagaimana Uqbah bin Amir radhiyallaahu'anhu berkata,Rosulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam bersabda :

"Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah"

Duhai Kanda...
Kemudian,HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Alloh Ta'ala. Seketika,penantian kita yang lama itu, akan membebaskan syahwat2 yang selama ini kita pendam, bersamaan dengan meleburnya dosa-dosa kita lewat genggaman jari jemari kita.

kita akan semakin mengenal satu sama lain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing Pujian demi pujianyang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah. Karenanya ya kanda..Kelak, malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi dengan membangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atautanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamu dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memporak-porandakan taman hatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaanku pada Allah Ta'ala. Subhanallaah!

Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..

Duhai Kanda..
Kuharap engkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi emosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkau meluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu,engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba' (mengikuti)Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam.

Dan saat engkau marah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untuk berlindung kepada Allah Ta'ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat.Apabila kita sedang berdiri, maka kita duduk, apabila kita sedangduduk, maka kita berbaring, atau salah satu dari kita akan mencium,merangkul dan menyatakan alasan kita. Apabila salah satu diantara kita berbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala semata. (Fiqhut Ta'amul bainaz Zaujani)

Lantas kita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Saling bermuhasabah, menyedari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada Allah Ta'ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalam KETAATAN KEPADA-NYA, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangga kita.

"Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu..."

Duhai Kanda...
Engkau memberiku makan apabila engkau makan, Engkau memberiku pakaian apabila engkau berpakaian, Engkau tidak akan memukul wajahku, Engkau tidak akan menjelek-jelekkan diriku, dan Engkau tidak akan meninggalkanku melainkan didalam rumah (yakni tidak berpisah tempat tidur melainkan didalam rumah)

Dengan keimanan dan ketaqwaanmu, engkau tidak pernah berputus asa dalam mencari rizki. Berikhtiar dan bertawakkal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Ta'ala,sebagaimana perintah Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam :

Kanda...,
Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena aku tahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dari api Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah 'Azzawa Jalla

Sungguh, betapa engkau telah membawaku teringatdan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman AllahTa'ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi dan berharap BUNGA DITAMAN HATIMU sebagaimana Khadijah Radhiyallaahu'anha menemani RasulullaahShallallahu'alaihi wa Sallam sepanjang hidupnya dapat aku amalkanperlahan-lahan dengan bimbinganmu.

Kelak akan engkau ajarkan pula aku untuk senantiasa berbakti kepada Orang Tua kita untuk menggapai redha Allah Ta'ala. Birrul walidain (berbakti kepada orangtua)

Kanda...,
Betapa akuakan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepadaAllah Ta'ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi waSallam. Hingga andai kata Allah Ta'ala tidak melarangku untuk bersujud kepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohon Surga... Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalam melaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepala keluarga engkau akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentang pertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak dan rumah tangga sebagai beban di pundakmu.

Sungguh begituindah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak... maka bagaimana akutidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,

Duhai Kanda.... Karenanya... "DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

"Semoga Allah Ta'ala segera mempertemukan kita dan senantiasamempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) kelak.

Aamiin ya Allah
Diposting oleh Unknown di 21.04 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

SUBHANALLAH...Inilah Skenario Akhir Zaman


 SUBHANALLAH...Inilah Skenario Akhir Zaman
_Pertanyaan dan Jawabannya_

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah masih hidup. Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan 'adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu eAnhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator). Kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

Saat ini kita hidup di masa yang mana?

Sekarang masa penguasa diktator, dan sedang hot-hot-nya. Ummat Islam sedang kalah. Tetapi itu memang sudah sunatullah, bahwa ada kalanya menang, ada kalanya kalah. Kita pun harus optimis, akan tiba waktunya ummat Islam memperoleh kemenangan.

Kelak penguasa diktator itu bisa dikalahkan kaum Muslimin?

Begitulah menurut hadits. Kita akan berperang melawan Yahudi, dan Yahudi akan hancur. Yahudi akan diburu sampai manapun, sampai-sampai pohon dan batu pun bicara, "Hai kaum Muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi!" Kecuali pohon gharqad (semacam kaktus) yang merupakan pohon Yahudi. Jangan heran, sekarang pohon gharqad itu banyak ditanam oleh orang-orang Israel, untuk berlindung dari serangan kaum Muslimin.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 21.01 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Aku Tidak Takut Neraka

Aku Tidak Takut Neraka

ASSALAMU'ALAIKUM

* Kisah obrolan antara orang gila yang alim dan Abid (ahli ibadah) yang shalih.

Di suatu negeri, hiduplah seorang abid yang selalu bermunajat kepada Allah Ta’ala di setiap hari-harinya. Apabila dia ingat atas dosa-dosanya yang telah lalu, tak jarang dia menangis tersedu-sedu sehingga air matanya membasahi hampir sebagian baju yang dikenakannya. Maklum saj
a, abid tersebut dulunya adalah seorang yang pernah hidup di lembah hitam yang sudah barang tentu, beraneka macam bentuk kemaksiatan sudah pernah dicicipinya.

Suatu hari, ketika abid tersebut sedang asyik dalam munajatnya dan menangis tersedu-sedu sehingga air matanya membasahi kedua pahanya, lewatlah orang gila melintasi tempat di dekat ahli ibadah tersebut bermunajat.
Dalam munajatnya, abid tersebut berkata:

“Wahai Tuhanku…janganlah masukkan aku ke neraka”.

“Belas kasihanilah aku…bersikap lembutlah kepadaku wahai Tuhanku”.

“Wahai Dzat yang Maha Rahman dan Rahim…jangan siksa aku dengan neraka-Mu”.

“Aku ini sangat lemah wahai Tuhanku…aku pasti tidak akan kuat bertempat di neraka-Mu…oleh karena itu, kasihanilah aku wahai Tuhanku”.

“Wahai Tuhanku…Kulitku ini sangat lembut, pasti tidak akan kuat menahan api neraka-Mu. Oleh karena itu wahai Tuhanku…Kasihanilah aku”.

“Wahai Tuhanku…tulangku sangat rapuh, tidak akan kuat menahan siksaan neraka-Mu, oleh karena itu wahai Tuhanku…Kasihanilah aku”.

Read More»
Diposting oleh Unknown di 20.54 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Jumat, 10 Agustus 2012

vidio karena ku cinta kau :D

cinta kau :D
Diposting oleh Unknown di 10.15 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Kamis, 09 Agustus 2012

Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut. Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya. Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki Allah berfirman, وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56) 
Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain. Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing. Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan. Allah berfirman, وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى “Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36) 

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya. Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya) Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ “dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31) Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat: “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31) “Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.” Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36) Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya: 1. Menjaga kehormatan. 2. Membersihkan hati. 3. Melahirkan akhlaq yang mulia. 4. Tanda kesucian. 5. Menjaga rasa malu. 6. Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah. 7. Menjaga ghirah. 8. Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya. Kembalilah ke Rumahmu وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ “Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33) Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya: 1. Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah. 2. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya. 3. Wanita tidak berkewajiban berjihad. Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah. Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu: 1. Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah. 2. Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah. 3. Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang. Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’. Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah. Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian. Allah berfirman: وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33) Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim) Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya: 1. Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram. 2. Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian. 3. Berjalan dengan dibuat-buat. 4. Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram. 5. Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi. Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32) Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya. Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan. Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan: 1. Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia. 2. Menjaga kehormatan dan kesucian diri. 3. Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya. Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam. Referensi: Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakar Abu Zaid. *** Artikel www.muslimah.or.id
Diposting oleh Unknown di 22.10 1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

graduated :')


hello I introduce Robiatul Adawiyatur Rahmah . They call my friends UUL . so easy and simple. I was born in Surabaya. * waaw far too well *. on 28 December 1995. * Do not forget the gift yah * hehehe
  I am very fond of drawing writing and browsing on the internet, things I did not like it in a lie. I want a lover that pious and always remember God and his prophet.
motto that I make the failure of the initial success. do not despair and give up to reach a brighter future.
  Ohya want to see the photos I not?
  well coment nihh :






***
kalau yang dibawah ini waktu perpisahan ama teman-teman :







 




***

this graduated wisuda :)

  









this good :D

Diposting oleh Unknown di 21.55 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA


FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
 Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah dari faktor dalaman. Bukanlah faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemburkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat AllahKerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak hairanlah jika banyak wanita yang tidak menyedari bahawa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syaitan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: ertinya:” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”Sabda Rasulullah s.a.w.: ertinya:“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia.Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syaitan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelumang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: ertinya:” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh kerana itu tidakkah kamu berfikir.”3) Mudah terpedaya dengan syahwat.4) Lemah iman.5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk. Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang terbaik adalah Wanita yang solehah.
Diposting oleh Unknown di 11.00 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Tebak yahhh :)

hayow tebak ada berapa gambar wajah pada gambar :D
 coment please !!!

Diposting oleh Unknown di 10.56 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

berjihad di jalan ALLAH :')

BERJIHAD DI JALAN ALLAH Bismillahirrahmaanirrahim...Ya Allah jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk menyintaiMu. Ya Muhaimin, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu. Ya Rabbana, jika aku jatuh hati jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling daripada hatiMu. Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan Mu. Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasihMu janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu. Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasihMu jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepadaMu. Ya Allah jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu.
Diposting oleh Unknown di 10.40 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

teks bergerak

ANA UNIBBU ILAIKA
Diposting oleh Unknown di 10.32 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

games texas holdem poker

Games


http://apps.facebook.com/texas_holdem/dmz_link_landing.php?src_track_str=Poker+%25CLIENT_SN%25+Table+Feed+%25ACTION%25%3AShort%3ATitle+f%3APostSummary%3ADailyPost%3A7%3Aall_in_win%3A2012-02-28&zysendkey=ccbdfd254fff0ffe24e59a69d773ff61%24%24ccF%28NUOV%293ceL3VM_%21bb34xWOXSW2%2AdhJ1FVGKXlFx%2CW2g15X%2A3z1h0M3eij3z1h0M3eij&creative=f%3APostSummary%3ADailyPost%3A7%3Aall_in_win%3A2012-02-28&channel=feed&senderLocale=en&url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Ftexas_holdem%2F%3Fsw%3Dtrue%26sw_from%3D100000030512678%26sw_time%3D1344512545%26sw_type%3D9%26sw_sig%3Df51d99b2adbfb99e475a2e135e45c9d3&potdHandId=1%3A100000030512678%3A50215d6400080135%3Afbdde90ecdbfc50b3746181673176ec9&potdOGRef=7-1&ref=nf
Diposting oleh Unknown di 09.35 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Analytical Exposition

 

Analytical Exposition

 
An analytical exposition is a type of spoken or written text that is intended to persuade the listeners or readers that something is the case. To make the persuasion stronger, the speaker or writer gives some arguments as the fundamental reasons why something is the case. This type of text can be found in scientific books, journals, magazines, newspaper articles, academic speech or lectures, research report etc. Analytical expositions are popular among science, academic community and educated people. The generic structure of analytical exposition usually has three components: (1) Thesis, (2) Arguments and (3) Reiteration or conclusion.

A.Generic Structure of Analytical Exposition
1. Thesis : Introduces the topic and shows speaker or writer’s position;
Outlines of the arguments are presented.
2. Arguments : It consists about Point and Elaboration
Point, states the main argument
Elaboration, develops and supports each point of argument
3. Conclusion : Reiteration (restatement), restates speaker or writer’s position

B. Generic Features of Analytical Exposition
  1. An analytical exposition focuses on generic human and non human participants.
  2. It uses mental processes. It is used to state what the writer or speaker thinks or feels about something. For example: realize, feel etc.
  3. It uses emotive and evaluative words
  4. It often needs material processes. It is used to state what happens, e.g. ….has polluted… etc.
  5. It usually uses Simple Present Tense and Present Perfect Tense.
  6. Enumeration is sometimes necessary to show the list of given arguments: Firstly, secondly …, Finally, etc.

Now look the sample of analytical exposition below!

Corruption and Indonesian Culture
Thesis:
Corruption has happened for many years and today it becomes a bad culture in Indonesia for three reasons

Argument 1:

Most adult Indonesian or foreigners have known and admitted that corruptions happen in many places. The daily newspapers, news programs on TV and radio have reported corruptions are done everywhere, almost in all departments or public services of this country. Corruptions happen in health, education departments and banks. When we manage to get some documents in public service offices, we usually need much money to pay. Manipulations happen everywhere

Argument 2:

The actions to eliminate corruption are weak. The ever stronger culture seems not to come to an end when the responsible institutions who have to reinforce the justice today commit corruption. This is the worst. Corruptions happen in police department, courts where judges, public prosecutors, lawyers make deals to do corruption. All of us also heard in the end of 2004, Probosutejo reported that he had bribed the Supreme Court, or called Mahkamah Agung which becomes the highest level where the justice can be obtained. Perhaps you have to try to come to the local courts and see what happen there. You will see practices of bribery and other kinds of corruption. Therefore, we can say that corruptions becomes our culture. Do you like it?

Argument 3:

The citizens have no goodwill to fight against the corruption. They create the situations in which people have opportunities to do corruptions. The citizens like to break the rules because they are not disciplined. For example, in the street when they drive a car or ride motorcycle, they do not have the driving license or necessary documents. Then, they are caught by the local policemen. To avoid more difficulties, they like to bribe the officer. The officer let them go then. In other words, the citizens and officers are the same, doing corruption together. If only the people were critical, disciplined, and obey the rules, and willing to report any wrong behaviors, this country will not be number one corrupting country in the world.

Reiteration/ conclusion:

Conclusion Based on the reasons, we can conclude that corruption is becoming a bad culture in Indonesia if it is not ended soon by all of us. It seems that there must be more severe penalty for the Corruptors. Do we still care about the future of this country?
Written by Cahyono


More information:
  1. Emotive language adds strong description to the facts and so help to create an extremely subjective tone of the text. It plays a role in persuading the readers toward the writer’s opinion e.g. Most adult Indonesian,
  2. Evaluative language is another way to persuade people agree with the writer’s opinion e.g. This is the worst, It’s true, It’s important, It’s clear, I believe, It is obvious that etc.

Read the following text of Analytical Exposition!
The Importance of English

Thesis { I personally think that English is the world’s most important language. Why do I say that?

Argument 1 { Firstly, English is an international language. It is spoken by many people all around the world, either as a first or second language.

Argument 2 { Secondly, English is also the key which opens doors to scientific and technical knowledge, which is needed for the economic and political development of many countries in the world.

Argument 3 { Thirdly, English is a top requirement of those seeking jobs. Applicants who master either active or passive English are more favorable than those who do not.

Conclusion { From the fact above, it is obvious that everybody needs to learn English to greet the global era.
Notes:
  1. Enumerations such as Firstly, secondly, thirdly etc are sometimes given to show the list of given arguments
  2. Present Tense: I think, English is international language, Everybody needs to learn English etc.
Analytical Exposition
An analytical exposition is a type of spoken or written text that is intended to persuade the listeners or readers that something is the case. To make the persuasion stronger, the speaker or writer gives some arguments as the fundamental reasons why something is the case. This type of text can be found in scientific books, journals, magazines, newspaper articles, academic speech or lectures, research report etc. Analytical expositions are popular among science, academic community and educated people. The generic structure of analytical exposition usually has three components: (1) Thesis, (2) Arguments and (3) Reiteration or conclusion.

A.Generic Structure of Analytical Exposition
1. Thesis : Introduces the topic and shows speaker or writer’s position;
Outlines of the arguments are presented.
2. Arguments : It consists about Point and Elaboration
Point, states the main argument
Elaboration, develops and supports each point of argument
3. Conclusion : Reiteration (restatement), restates speaker or writer’s position


B. Generic Features
  1. An analytical exposition focuses on generic human and non human participants.
  2. It uses mental processes. It is used to state what the writer or speaker thinks or feels about something. For example: realize, feel etc.
  3. It uses emotive and evaluative words
  4. It often needs material processes. It is used to state what happens, e.g. ….has polluted… etc.
  5. It usually uses Simple Present Tense and Present Perfect Tense.
  6. Enumeration is sometimes necessary to show the list of given arguments: Firstly, secondly …, Finally, etc.

  7. Now look the sample of analytical exposition below!
Corruption and Indonesian Culture
Corruption has happened for many years and today it becomes a bad culture in Indonesia for three reasons

Most adult Indonesian or foreigners have known and admitted that corruptions happen in many places. The daily newspapers, news programs on TV and radio have reported corruptions are done everywhere, almost in all departments or public services of this country. Corruptions happen in health, education departments and banks. When we manage to get some documents in public service offices, we usually need much money to pay. Manipulations happen everywhere

The actions to eliminate corruption are weak. The ever stronger culture seems not to come to an end when the responsible institutions who have to reinforce the justice today commit corruption. This is the worst. Corruptions happen in police department, courts where judges, public prosecutors, lawyers make deals to do corruption. All of us also heard in the end of 2004, Probosutejo reported that he had bribed the Supreme Court, or called Mahkamah Agung which becomes the highest level where the justice can be obtained. Perhaps you have to try to come to the local courts and see what happen there. You will see practices of bribery and other kinds of corruption. Therefore, we can say that corruptions becomes our culture. Do you like it?

The citizens have no goodwill to fight against the corruption. They create the situations in which people have opportunities to do corruptions. The citizens like to break the rules because they are not disciplined. For example, in the street when they drive a car or ride motorcycle, they do not have the driving license or necessary documents. Then, they are caught by the local policemen. To avoid more difficulties, they like to bribe the officer. The officer let them go then. In other words, the citizens and officers are the same, doing corruption together. If only the people were critical, disciplined, and obey the rules, and willing to report any wrong behaviors, this country will not be number one corrupting country in the world.
conclusion Based on the reasons, we can conclude that corruption is becoming a bad culture in Indonesia if it is not ended soon by all of us. It seems that there must be more severe penalty for the corruptors. Do we still care about the future of this country?
Written by Cahyono

More information:
  1. Emotive language adds strong description to the facts and so help to create an extremely subjective tone of the text. It plays a role in persuading the readers toward the writer’s opinion e.g. Most adult Indonesian,
  2. Evaluative language is another way to persuade people agree with the writer’s opinion e.g. This is the worst, It’s true, It’s important, It’s clear, I believe, It is obvious that etc.


Read the following text!
The Importance of English

Thesis { I personally think that English is the world’s most important language. Why do I say that?

Argument 1 { Firstly, English is an international language. It is spoken by many people all around the world, either as a first or second language.

Argument 2 { Secondly, English is also the key which opens doors to scientific and technical knowledge, which is needed for the economic and political development of many countries in the world.

Argument 3 { Thirdly, English is a top requirement of those seeking jobs. Applicants who master either active or passive English are more favorable than those who do not.

Conclusion { From the fact above, it is obvious that everybody needs to learn English to greet the global era.
Notes:
  1. Enumerations such as Firstly, secondly, thirdly etc are sometimes given to show the list of given arguments
  2. Present Tense: I think, English is international language, Everybody needs to learn English etc.

To make clear understand these notes:
ANALYTICAL EXPOSITION

Purpose : to persuade by presenting arguments
to analyze or explain ‘how’ and ‘why’
Text Organization : A thesis
Arguments
Reiteration or Conclusion
Language Features : Emotive words (e.g. worried, alarmed etc)
Words that qualify statements (e.g. usual, Probably etc)
Words that link arguments (e.g. firstly, However, therefore etc)

Sources:
Cahyono, Kristiawan Dwi and Eka Purnama.2006. Communicative Competence 2B: A course in Acquiring English Communicative Competence, For Senior High School Level, Grade XI Semester 2. Jombang: CV Karunia Agung

Sudarwati and Eudia Grace.2007. Look Ahead: An English Course for Senior High School Students Year XI, Science and Social Study Program. Jakarta: Erlangga

Analytical Exposition (eksposisi analitia)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Memaparkan dan mempengaruhi audience (pendengar/pembaca) bahwa ada masalah
yang tentunya perlu mendapat perhatian.

b. Struktur Teks (Text Structure)

 Pernyataan pendapat/ Thesis statement (tujuan
§ memperkenalkan topik)
 Argumen terdiri dari point yang dikemukakan
§ dan elaborasi
 Penguatan pernyataan/conclusion
§

c. Ciri kebahasaan menggunakan:

 General nouns, misal car, pollution,
§ leaded petrol car, dsb.
 Abstrac nouns, misalnya policy, government ,
§ dsb.
 Relating verbs, misalnya It is important, dsb.
§
 Action
§ verbs misalnya, She must save, dsb.
 Thinking verbs, misalnya Many
§ people believe, dsb.
 Modal verbs, misalnya We must preserve, dsb.
§
§ Modal adverbs, misalnya certainly, dsb.
 Connectives, misalnya
§ firstly, secondly, dsb.
 Bahas evaluatif, misalnya important,
§ valuable, dsb.
 Kalimat pasif (passive voice)
§
d. Contoh Teks Analytical Exposition

Air pollution is one of the harmful substances that causes demage to the environment, human healt, and quality of life. It makes people sick like having breathing problems and cancer.

Pollutants also come from other sources. For instance, decomposing garbage in landfills and solid waste disposal sites emits methane gas and many product give off VOCs

Unlike pollutants from human activity however, natural pollutanta tend to remain in the atmosphere for a short time and do not lead to permanent atmosphere change.
Diposting oleh Unknown di 09.22 1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

ARTIKEL

 Artikel


Pendidikan adalah usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi – potensi, baik jasmani maupun rohani sesuai nilai nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan.
Tanpa pendidikan suatu kelompok manusia tidak dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita) untuk maju, sejahtera, bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka.

Dalam konteks pendidikan nasional dalam rangka membangun manusia seutuhnya (manusia sebagai makhluk individu, social, susila, dan religious) maka pendidikan harus berfungsi :
a.    pendidikan harus dapat menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu melalui pembekalan dalam semua bidang study.
b.    didalam pendidikan perlu dikembangkan sikap social, gotong royong, toleransi, demokrasi dan sejenisnya.
c.    didalam pendidikan anak perlu mendapat pendidikan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan pancasila, agama, pembinaan watak dan sebagainya.
d.    didalam pendidikan harus dapat menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk religious seperti didalam pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hak-hak asasi tertentu yang harus diberikan oleh guru, kepada palajar/peserta didik yaitu diantaranya :
a.    meneruskan dan mengembangkan pendidikan yang telah diletakkan orang tua dirumah/lingkungan social.
b.    meluruskan dan mengarahkan dasar – dasar kependidikan yang baik menurut teori ilmu pendidikan dan teori ilmiah dalam kependidikan.
c.    mendapatkan dasar-dasar ilmiah dan keterampilan untuk dapat dikembangkan dalam pendidikan lanjutan.
d.    mempersiapkan mereka dengan pengetahuan dasar untuk menhadapi lingkungan sosialnya.

Hal-hal tersebut merupakan acuan dan pondasi bagi pelajar untuk dapat menyesuaikan diri kelak pada saat mereka terjun ke lingkungan masyarakat.

Diposting oleh Unknown di 09.16 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Rabu, 08 Agustus 2012

Qisah Alqomah

Qisah Alqomah

Alqomah adalah seorang yang saleh dan taat beribadah. Namun sayangnya, ia sering menyakiti ibunya. Suatu hari, Alqomah sakit keras dan mengalami kesusahan menjelang kematiannya. Dan sampai saat itu, ibunya belum mau memaafkan kesalahan Alqomah.
Karena ibunya tak juga mau memaafkannya, Rosulullah pun segera menyuruh para sahabatnya untuk membakar Alqomah. “Dari pada ia hidup, tapi terus tersiksa seperti ini, lebih baik kita bakar agar terbebas dari rasa sakit lebih lama lagi”, seru Rosulullah.
Mendengar perkataan Rosulullah, ibunda Alqomah terkejut. Hatinya luluh membayangkan apa jadinya, jika anaknya dibakar hidup-hidup.
“Wahai Rosulullah, jangan engkau bakar anakku. Kasihanilah dia. Aku telah memaafkan apa yang telah diperbuatnya terhadapku,” ratapnya memelas.
Mendengar hal itu, legalah hati Rosulullah. Beliau lalu mendatangi Alqomah dan menuntunnya membaca kalimat syahadat dan zikir.
Alqomah kemudian menghembuskan nafas terakhirnya setelah berhasil mengucapkan kalimat syahadat. Ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Jiwanya telah menjadi tenang, karena dosanya telah dimaafkan oleh ibu kandungnya.
Diposting oleh Unknown di 21.00 1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

untuk mu ibu.....



untuk mu ibu.....

sekuntum bunga untuk ibu ku yang ku cintai…

Tuhan ciptakan matahari ,,yang tak pernah bosan bersinar…
seperti halnya semangat dan kasih sayang mu dalam menyayangi ku…
wahaii ibu ku……

Tuhan ciptakan bulan untuk menerangi malam…
Seperti halnya engkau yang selalu memperhatikan dan menerangi ku dengan berbagai kasihmu…

Kau selalu hadir dalam kegelapan,,
Kau selalu setia dalam kesenyuman…

Oh,ibu ku…
Engkau lha yang ku sayangi…

Love you mOm…

Diposting oleh Unknown di 20.58 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

siksa kubur karena buang air kecil

siksa kubur karena buang air kecil

Diceritakan oleh Ibnu Abbaz ra,”Sewaktu Rasulullah berjalan bersama para sahabatnya melewati dua kuburan, tiba-tiba beliau berkata,”Orang yang berada didalam dua kuburan ini telah disiksa oleh Allah.”
Para sahabat itu bertanya,”Apakah keduanya itu disiksa karena melakukan dasa besar?”. Rasulullah menjawab,”Benar, orang pertama suka mengadu domba dan orang kedua tidak pernah membersihkan bekas buang air kecilnya. Percikan air kencingnya seringkali mengenai tubuhnya atau pakaiannya. Lalu, dipakainya untuk melakukan solat, tanpa mencucinya terlebih dahulu atau diganti dengan pakaian lain yang suci dan bersih.”
Kemudian, Rosulullah saw mengambil kayu yang masih basah, dan memotongnya menjadi dua. Selanjutnya, Rasulullah saw menancapkan kayu tadi pada masing-masing kuburan tersebut. “Semoga kayu ini dapat meringankan siksa keduanya, selama kayu ini belum kering,”kata Rosulullah.
Diposting oleh Unknown di 20.55 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Renungan…




Renungan…

Kita tak pernah menyadari ………
Sholat adalah penolong,
Penenang jiwa,
Tempat bertanya tentang persoalan yang susah dipecahkan………

Karena saat sholat kita sedang berdialog dengan Allah tanpa perantara……
Diposting oleh Unknown di 20.50 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Salam perpisahan


Salam perpisahan

Masih dapat kutilik setangkai kenangan
Yang mendamaikan dan menenangkan hati
Karena….
Yang kulihat hanya sosok banyangan nyata
Kini ada dan dulu pernah merasuki duniaku

Apakah waktu akan datang
Membawahnya pergi dariku
Sekali pun hari-hariku berpinta
Aku tiada pernah keluhkannya
Karena pasti aku menemukannya

Ada saat lahir dan mati
Ada saatnya tenang dan sedih
Ada juga saatnya berjumpa dan berpisah

Dan pada catatan ini
Kalau tinggal hati dan puisi
Tinggal arti dan kasih
Dan salam terakhir
Akan kuulangi salamku lagi
Diposting oleh Unknown di 20.45 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)
@ 2011 Mahabbah; Theme design : Ray Creations